10 JURUS SUKSES


Kamu tidak bisa mengubah masa lalu. Tetapi kamu bisa memilih untuk tidak membiarkan masa lalu mengendalikan masa depanmu.
Anak-anakku, Pernahkah kalian membawa tas yang sangat berat?
Awalnya mungkin masih sanggup. Tetapi setelah berjalan beberapa kilometer, bahu mulai pegal.
Punggung terasa sakit. Langkah menjadi lambat. Sekarang bayangkan...
Bagaimana kalau beban itu bukan ada di pundak, tetapi ada di hati?
Beban karena dihina.
Beban karena dikhianati.
Beban karena gagal.
Beban karena kecewa.
Semakin lama disimpan, hati semakin lelah.
Karena itu, salah satu rahasia hidup yang tenang adalah belajar melakukan tiga hal:
Release. Forget. Forgive.
Lepaskan. Lupakan. Maafkan.
Release: Lepaskan Beban yang Tidak Perlu
Tidak semua masalah harus terus dibawa. Ada orang yang masih marah karena kejadian lima tahun yang lalu.
Masih kesal kepada teman yang sudah lama meminta maaf. Masih kecewa karena pernah gagal sekali. Padahal selama itu pula hatinya tidak pernah benar-benar tenang.
Anak-anakku,
Kalau kalian terus membawa batu di dalam tas, perjalanan akan semakin berat. Begitu juga kalau kalian terus membawa luka di dalam hati.
Lepaskan.
Serahkan kepada Allah.
Allah berfirman,
...Barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya).
(QS. At-Talaq: 3)»
Bertawakal berarti melakukan yang terbaik, lalu menyerahkan hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan kepada Allah.
Forget: Jangan Hidup di Masa Lalu
Melupakan bukan berarti menghapus ingatan.
Melupakan berarti tidak lagi membiarkan masa lalu mengendalikan hidup kita.
Ada siswa yang pernah gagal dalam lomba. Lalu ia berkata, "Aku tidak akan ikut lomba lagi."
Ada yang pernah mendapat nilai jelek. Lalu ia berkata, "Aku memang bodoh."
Padahal satu kegagalan tidak menentukan seluruh masa depan.
Semua orang hebat pernah gagal.
Yang membedakan mereka adalah mereka tidak tinggal terlalu lama dalam kegagalan.
Mereka belajar.
Bangkit.
Lalu mencoba lagi.
Forgive: Memaafkan untuk Membebaskan Diri
Rasulullah ﷺ adalah teladan dalam memaafkan.
Ketika Kota Makkah berhasil ditaklukkan, orang-orang yang dahulu menyiksa beliau merasa ketakutan.
Mereka mengira akan dibalas.
Namun Rasulullah ﷺ berkata,
"Pergilah kalian, karena kalian semua telah aku maafkan."
Lihatlah.
Orang yang paling berhak marah justru memilih memaafkan.
Mengapa?
Karena hati yang dipenuhi dendam tidak akan pernah damai.
Memaafkan bukan berarti melupakan pelajaran.
Memaafkan berarti melepaskan kebencian agar hati menjadi lapang.
Allah Mencintai Orang yang Memaafkan
Allah Swt. berfirman,
"...Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Tidakkah kamu ingin Allah mengampunimu? Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
(QS. An-Nur: 22)»
Coba renungkan.
Kalau kita ingin Allah memaafkan kesalahan kita, bukankah kita juga harus belajar memaafkan orang lain?
Tidak mudah. Tetapi sangat indah.
Kisah Dua Gelas Air
Seorang guru membawa dua gelas.
Gelas pertama berisi air jernih.
Gelas kedua berisi air yang dicampur tanah.
Guru berkata,
"Kalau gelas ini terus diaduk, apakah airnya akan jernih?"
Murid menjawab,
"Tidak, Pak."
Guru kemudian mendiamkan gelas itu beberapa saat.
Tanah perlahan turun ke dasar.
Air kembali jernih.
Begitu pula hati kita.
Kalau terus mengaduk kemarahan, luka, dan dendam, hati akan selalu keruh.
Tetapi kalau kita berhenti mengaduknya dan menyerahkannya kepada Allah, hati akan kembali tenang.
Hidup Terlalu Indah untuk Dipenuhi Kebencian
Kalian masih muda.
Masih memiliki banyak mimpi.
Masih banyak cita-cita yang harus diperjuangkan.
Jangan habiskan masa muda hanya untuk membenci seseorang.
Gunakan energi kalian untuk belajar.
Beribadah.
Membahagiakan orang tua.
Mengembangkan bakat.
Menjadi pribadi yang lebih baik.
Orang yang terus melihat ke belakang akan sulit berlari ke depan.
Tantangan 7 Hari. Selama tujuh hari ke depan, lakukan latihan berikut.
Tuliskan satu hal yang masih membuat kalian kecewa.
Berdoalah agar Allah memberikan hati yang lapang.
Maafkan satu orang yang pernah menyakiti kalian.
Berhenti menceritakan kembali luka lama kepada orang lain.
Setiap malam ucapkan, "Ya Allah, aku serahkan semua yang tidak mampu aku kendalikan kepada-Mu."
Lakukan dengan ikhlas.
Kalian akan merasakan hati menjadi lebih ringan.
Pesan Gurumu
Anak-anakku,
Bapak tahu hidup tidak selalu mudah.
Kalian mungkin pernah gagal.
Pernah ditolak.
Pernah diejek.
Pernah dikecewakan.
Tetapi jangan biarkan pengalaman itu menjadi penjara yang mengurung masa depan kalian.
Jadilah pribadi yang mampu melepaskan beban.
Belajar dari masa lalu tanpa hidup di dalamnya.
Memaafkan tanpa harus melupakan pelajaran.
Karena orang yang paling bebas bukanlah orang yang tidak pernah terluka.
Orang yang paling bebas adalah orang yang tidak lagi diperbudak oleh luka-lukanya sendiri.
Ingatlah, ketika kalian melepaskan dendam, melupakan kegagalan, dan memaafkan dengan tulus, kalian sedang memberikan ruang di dalam hati untuk diisi oleh ketenangan, harapan, dan keberkahan dari Allah. Itulah salah satu magnet rezeki yang paling kuat: hati yang bersih dan lapang.